Deskripsi:Aku didiagnosis mengidap lupus eritematosus sistemik berat, dan dokter mengatakan hidupku hanya tersisa tiga hari. Setelah permohonanku yang ke-188 kembali ditolak dingin oleh suamiku yang seorang pengacara, Jasper, aku membawa hasil pemeriksaan
简介:Aku didiagnosis mengidap lupus eritematosus sistemik berat, dan dokter mengatakan hidupku hanya tersisa tiga hari. Setelah permohonanku yang ke-188 kembali ditolak dingin oleh suamiku yang seorang pengacara, Jasper, aku membawa hasil pemeriksaanku dan masuk sendirian ke pusat perawatan hospice. “Permisi, saya ingin menjadwalkan kremasi saya sendiri dan mengajukan bantuan pemerintah.” Sebelum urusannya selesai, Jasper muncul dan menamparku di depan semua orang. “Kamu pura-pura sakit parah cuma supaya semua perhatian tidak tertuju pada Janice?” Kakakku, dr. Casey Carter, merebut berkas medis dari tanganku dan mengejek, “Lupus? Kalau mau berpura-pura sakit, pilih penyakit yang wajar. Satu dari sejuta orang saja yang kena ini.” Menahan nyeri yang mengoyak tubuhku, aku kembali ke meja pendaftaran dan menyerahkan lagi formulir serta rekam medis. Petugas melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, lalu menatapku dengan iba. “Aku sudah tidak punya keluarga,” kataku pelan. “Tolong jadwalkan kremasi tiga hari lagi, di mana saja boleh. Aku hanya tidak ingin kematianku merepotkan siapa pun.”